Selasa, 28 Januari 2014

Fakta Unik: Banyak Mengedipkan Mata Lebih Sehat


Semua bagian tubuh kita perlu dirawat, apalagi bagian yang sering mengalami kelelahan. Bukan Cuma tangan dan kaki, mata juga bisa kelelahan. Mata juga perlu dijaga kesegarannya sepaya tetap sehat, apalagi bagian wajah yang paling sering ditatap orang pastinya mata. Aneh rasanya kalau  berbicara dengan seseorang yang ditatap bukan mata tetapi hidung, hehe.
Mata harus tetap bekerja selama kamu beraktivitas, sementara organ tubuh yang lain bisa berdiam diri. Apa saja yang perlu kamu lakukan supaya mata tetap prima? Menurut saran beberapa ahli mata di banyak negara, ada beberapa langkah dan tidak sulit untuk dilakukan.
Pertama, kamu bisa melakukan senam mata. Caranya, cukup dengan mengedipkan mata beberapa kali kemudian tutup kelopak mata. Gerakkan bola mata searah jarum jam dan sebaliknya. Lakukan sambil menarik dan menghembuskan nafas perlahan. Kedua, dengan mengompres mata dan memberi masker di sekitarnya. Mengompres mata bisa dilakukan dengan tiga cara :
1.        Gosok-gosokkan telapak tangan kamu sampai hangat dan tempelkan di kedua mata kamu.
2.        Basahi handuk dengan air dingin dan kompres mata sampai beberapa saat.
3.        Gunakan potongan timun untuk mengompres mata sambil berbaring rileks
Selain itu, bisa juga dengan mengonsumsi buah dan sayur. Buah dan sayur mempunyai kandungan air yang tinggi dan bisa membuat kita menjadi lebih segar. Menghilangkan kebiasaan yang bisa berakibat buruk pada mata juga tidak kalah pentingnya, diantaranya terlalu lam menonton televisi atau menonton dalam keadaan gelap.
Kebiasaan seperti itu bisa memaksa mata untuk bekerja keras setelah bekerja seharian. Selain poin-poin diatas, jangan lupa untuk melakukan hal sederhana ini, berkedip! Dalam 1 menit kedipkan mata sebanyak 12-15 kali dan mata segar pun menjadi milikmu.
Oke, terimakasih yang telah membaca postingan saya ini. Semoga bisa bermanfaat untuk kalian dan tentunya untuk saya sendiri :)

Ciri-ciri Orang yang Sedang Berbohong


Pernahkah kamu berhadapan dan berbicara dengan seseorang lalu merasa bahwa ada sesuatu yang disembunyikan atau tidak dikatakan dengan sebenarnya? Bila menyangkut hal yang penting, tentu saja kebohongan tersebut dapat menyebabkan masalah yang besar. Lalu, pernahkah kamu mengamati diri sendiri ketika sedang berbohong? Apa yang kamu lakukan dan dengan cara bagaimana kamu mengatakan kebohongan? Seringkali kita tidak menyadari bahwa ada sikap dan gerak-gerik tertentu ketika seseorang sedang berbohong. Jika ini disadari, maka kemungkinan orang yang bohong akan sangat lihai dalam berbohong. Namun bagi yang kurang bisa berakting, menyembunyikan kebohongan secara sadar justru akan menyebabkan kekakuan dan menjadi signal yang gampang diketahui indikasi kebohongannya. Nah, bagi kita yang ingin mengetahui bahwa seseorang berbohong atau tidak, menyadari hal-hal tersebut dapat mempermudah kita untuk mendeteksinya.           
Cara dan ciri yang akan disampaikan berikut bukan tanpa dasar. Jika kamu mengamati dan gemar menonton film, sinetron, drama, atau acara apapun yang dibalut dengan akting, pasti kamu sepakat bahwa semua yang dilakukan para aktor/aktris adalah berbohong. Benar kan? Mereka tidak sedang menjadi diri mereka sendiri dan memerankan tokoh serta cerita yang dibuat. Ada yang meyakinkan, ada pula yang meragukan. Berikut adalah cara mengetahui orang berbohong :
1.        Ketahuilah cara dia biasanya berbicara
Sebagai seorang teman, kamu pasti mengetahui cara biasanya sahabat atau orang yang kamu kenal ketika berbicara. Ada hal-hal yang khas dari setiap orang ketika mengatakan sesuatu, baik ketika sedih, senang, marah, dan lain sebagainya. Biasanya ciri ini juga diikuti dengan gesture khusus, seperti gerak bibir, tangan, badan, mata, alis dan lainnya yang satu sama lain memiliki perbedaan. Cara-cara yang tidak sama dengan cara yang biasanya dilakukan ketika berbicara bisa menjadi petunjuk awal.
2.        Perhatikan tekanan-tekanan dalam pola bicaranya
Seseorang yang berada dalam tekanan dan desakan psikologis juga mengalami tekanan fisik tertentu sebagai imbasnya. Misalnya detak jantung yang meningkat dan aliran darah yang cepat. Hal ini mempengaruhi aktivitas fisik lainnya, dalam hal ini adalah aktivitas berbicara. Orang yang berbohong cenderung memiliki nada bicara dan tekanan yang tidak wajar. Hal ini dikarenakan oleh tekanan serta pertimbangan pikiran yang tarik ulur dalam menyatakan kebohongan. Pada dasarnya, menyatakan kebohongan adalah hal yang secara alamiah akan memberikan tekanan sekaligus pada kondisi psikologi, fisik, serta mental. Oleh karena itu, tekanan yang muncul lebih besar,

3.         Lihatlah beberapa pertanda dan gesture (gerak-gerik) khusus yang muncul.
Berikut ini adalah beberapa pertanda dan gesture yang seringkali dijumpai pada orang yang sedang berbohong;
·       Gerak tubuh yang minim atau sama sekali tidak bergerak atau justru bergerak secara berlebihan. Orang yang sedang berbohong cenderung 'membeku', tidak sering berhadapan dengan lawan bicara,dan berusaha meminimalisasi gerak tubuhnya. Ada pula yang justru bergerak secara berlebihan. Semua itu adalah usaha untuk menghindari munculnya tanda-tanda bahwa dia sedang berbohong. Namun, hal ini justru juga bisa menjadi petunjuk bahwa seseorang sedang berbohong.
·       Tidak ada kontak mata. Orang sedang berbohong seringkali menghindari kontak mata. Secara naluriah, dia akan menghidari tatapan mata lawan bicaranya. Kontak mata dalam berbicara merupakan pendukung dan juga menyimpan informasi tambahan ketika berbicara. Dengan melakukan kontak mata, seseorang yang sedang dibohongi akan menangkap signal informasi yang tidak sinkron dengan apa yang diucapkan. Itulah mengapa kemudian ada juga ilmu ilmiah membaca pikiran orang lain melalui kontak mata.
·       Gesture bagian tubuh lain yang menunjukkan rasa tertekan. Misalnya, memainkan kuku jari, mengedipkan mata secara berlebihan, menelan ludah berkali-kali, dan gerakan lain yang dilakukan berulang-ulang. Perasaan takut, gugup, tidak nyaman, serta bayangan tentang apa yang akan terjadi jika dia diketahui berbohong akan membuat orang mengalami tekanan yang tinggi dan melakukan hal-hal yang sebenarnya menunjukkan kegelisahan.
  • Melihat ke bagian kanan atas. Melihat ke arah ini diasosiasikan sebagai usaha untuk memperkerjakan dan mengolah otak kanan untuk memunculkan imajinasi, yaitu usaha untuk membuat jalinan cerita berdasarkan apa yang telah diceritakannya. Sebaliknya, melihat ke bagian kiri disosiasikan sebagai usaha memanggil memori untuk menyatakan kebenaran/jalinan cerita yang sesungguhnya.
  • Mata yang terbuka lebar dan memasang tampang innocent (tidak bersalah). Kebiasaan di masa kecil yang masih kita bawa sekarang adalah membuka mata selebar-lebarnya dan membuat tampang innocent, seolah-olah hendak berkata, "Siapa? ....Aku yang bersalah?!"
  • Bicara yang tersendat-sendat (paused). Tidak semua orang memiliki bakat yang besar dalam membuat cerita serta berbicara dengan lancar pada saat berbohong. Sehingga, seringkali ditemui pembicaraan yang dihentikan sejenak dan dalam tempo yang tidak wajar. Biasanya terjadi ketika suatu bagian cerita bohong hendak dilontarkan, yaitu ketika dia sedang berusaha mengarang suatu jalinan cerita. Di sinilah biasanya cerita yang disampaikan mulai tidak konsisten dan berubah-ubah.
  • Menyentuh hidung dan menutup wajah atau mulut. Ini juga merupakan bawaan sejak kecil, yang merupakan respon reflektif ketika seseorang ingin menutup-nutupi sesuatu.
  • Nada bicara yang tinggi. Orang yang berbohong cenderung menaikkan nada bicara. Baik karena sebagai usaha menegaskan informasi yang disampaikan, emosi yang meningkat, maupun tekanan yang tinggi. Hal ini akan sangat mudah diketahui apabila anda telah mengenal kebiasaan berbicara lawan bicara.
4.        Mengurangi/menghilangkan informasi yang harus disampaikan.
Berbohong tidak hanya dengan mengucapkan hal yang tidak sebenarnya, namun juga dengan menghilangkan informasi yang seharusnya dikatakan pada lawan bicara. Indikasi ini sebenarnya justru lebih mudah diketahui karena biasanya jalinan informasi/atau cerita yang disampaikan menjadi tidak utuh dan menimbulkan banyak pertanyaan. Pertanda-pertanda tersebut di atas masih tetap akan muncul. Setelah menyampaikan informasi dengan gaya yang meyakinkan, dia akan melakukan gesture-gesture tertentu, misalnya menyentuh hidung atau menutup mulut/wajah.
5.        Tanyailah orang yang anda duga berbohong.
Tentu saja cara ini juga akan mengundang resiko besar. Apabila, ternyata lawan bicaramu tidak berbohong, maka cara ini akan membawa dampak buruk. Oleh karena itu, pergunakan cara ini jika kamu telah mendapatkan banyak pertanda di atas dan kamu yakin benar bahwa lawan bicaramu telah berbohong. Akan tetapi, membiarkan dan tidak menanyai orang yang sedang berbohong pun juga akan berdampak sangat buruk, terutama bagi si pelaku. Oleh karena itu, cara ini juga merupakan solusi agar si pelaku kebohongan mengaku dan masalah kemudian dapat dicarikan solusi untuk diselesaikan.
6.        Gunakan Intuisi.
Percaya atau tidak, manusia diciptakan memiliki intuisi. Selain itu, manusia diciptakan untuk mengatakan kebenaran. Oleh karena itu manusia pada dasarnya susah untuk melakukan kebohongan dan sulit untuk dibohongi. Intuisi sama sekali berbeda dengan nafsu, karena nafsu berkaitan dengan keinginan, sehingga bersifat subjektif. Sedangkan intuisi bersikap objektif dan tidak berdasarkan dengan keinginan. Jadi merasa dibohongi dan berprasangka dibohongi tidaklah sama. Sebelum meyakini dirimu dibohongi, tanyakanlah pada dirimu apakah ini karena prasangka ataukah karena intuisi. Meskipun kamu pada akhirnya tidak tahu apakah dibohongi dengan adanya bukti, tapi setidaknya kamu tahu bahwa seseorang sepertinya sedang berbohong padamu sehingga tidak akan mempercayainya begitu saja.

Terimakasih dan semoga bermanfaat :)

credit by : http://buka-rahasia.blogspot.com/2011/02/cara-mengetahui-orang-yang-sedang.html


Pentingnya Sarapan di Pagi Hari


Sarapan adalah salah satu rahasia untuk menjaga kesehatan. Tak peduli seberapa sibuknya seseorang, penting untuk mengisi bahan bakar untuk tubuh anda sehingga energi terpenuhi sepanjang hari. Sarapan memberi modal energi untuk berktivitas sepanjang hari. Sebenarnya, selain memberi energi pada tubuh, makan pagi atau sarapan sangat bermanfaat bagi setiap orang. Bagi orang dewasa, makan pagi dapat memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya tahan saat bekerja dan meningkatkan produktivitas kerja. Bagi anak sekolah dan mahasiswa, makan pagi meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan menyerap pelajaran, sehingga prestasi belajar menjadi lebih baik.
Jangan pernah meremehkan sarapan pagi. Anak yang terbiasa mengkonsumsi sarapan setiap harinya memiliki kemampuan lebih baik di sekolahnya. Menurut ahli gizi anak di Universitas Miami, pola diet dengan menyertakan sarapan pagi bagi anak akan memacu pertumbuhan yang tepat dan memaksimalkan kemampuan di sekolah. Hal ini disebabkan karena kebutuhan nutrisi harian mereka telah terpenuhi sejak dini. Oleh karena pernyataan di atas sangat perlu untuk diketahui oleh teman-teman. Khususnya orang indonesia yang anak-anak bangsanya sedang berkembang pesat, selain itu bisa dapat mengganggu kondisi kesehatan. Antara lain berupa gangguan pada saluran pencernaan. Bagi seseorang yang tidak sempat makan pagi di rumah, agar tetap mengupayakan makan pagi di tempat lain yang memungkinkan.
Sayangnya, sarapan pagi sering menjadi korban kegiatan 'kilat' di pagi hari. Sering kita melewatkan waktu untuk melakukan sarapan manakala sedang terburu-buru mengejar jam masuk di pagi hari. Alasan takut terlambat atau tidak mau terjebak kemacetan sering menjadi kendala. Sebaliknya, tidak mengonsumsi sarapan pagi diketahui dapat menyebabkan berat badan bertambah dan berisiko untuk menderita penyakit jantung. Wanita sehat yang tidak sarapan selama dua minggu akan mengonsumsi makanan yang lebih banyak pada siang dan malam harinya. Hasilnya, kadar kolesterol LDL (kolesteroll ‘buruk’) akan meningkat dan kepekaan terhadap hormon insulin akan menurun, dibandingkan dengan wanita yang mengonsumsi sarapan pagi setiap harinya. Kadar kolestorol LDL yang tinggi dan gangguan kepekaan insulin merupakan faktor risiko utama untuk menderita penyakit jantung.
Seseorang yang tidak makan pagi memiliki risiko menderita gangguan kesehatan berupa menurunnya kadar gula darah dengan tanda-tanda antara lain lemah, keluar keringat dingin, kesadaran menurun, bahkan pingsan. Bagi anak sekolah dan mahasiswa, kondisi ini menyebabkan merosotnya konsentrasi belajar yang mengakibatkan menurunnya prestasi belajar. Bagi pekerja akan menurunkan produktivitas kerja.
Menurut ahli makanan dan gizi, Connie Dieckman, juru bicara untuk American Dietetic Association, "Nutrien yang kita dapatkan dari sarapan pagi hari ini membantu tubuh mendapatkan manfaat maksimum dari semua makanan yang kita makan kemudian dihari yang sama dan yang biasanya tidak mengandung nutrien tersebut".
Susu yang kita minum pada saat sarapan pagi mengandung vitamin dan kandungan lain seperti kalsium dan fosfor yang membantu pengolahan semua makanan kita dan tidak banyak orang yang minum susu dengan makanan lain walaupun masuk akal untuk mendapatkannya pada saat sarapan pagi. Dan tidak perlu menghindari sebutir telur saat sarapan pagi, karena telur sebagai sumber protein, zat besi dan vitamin A untuk tubuh.
Berikut ini adalah manfaat sarapan di pagi hari, yaitu:
1.        Memberi energi untuk otak
Hanya minum teh manis atau makan beberapa potong biskuit hingga waktunya makan siang bukan merupakan sarapan. Karena Anda belum cukup mendapatkan energi untuk otak. Makanlah secara benar dengan energi yang cukup untuk memulai hari Anda. Manfaat sarapan adalah meningkatkan kemampuan otak, menjaga tubuh tetap langsing, dan meningkatkan semangat atau suasana hati kita.
2.        Meningkatkan asupan vitamin
Jus buah segar adalah sarapan yang paling dianjurkan karena mengandung vitamin dan mineral yang menyehatkan. Sari buah alami dapat meningkatkan kadar gula darah setelah semalaman kita tidak makan. Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan makan sereal atau roti. Menu pilihan lain bisa berupa roti dan telur, bubur, susu dan cornflakes, mi, pasta dan lain-lain.
3.        Memperbaiki memori
Penelitian terakhir membuktikan bahwa tidur semalaman membuat otak kita kelaparan. Jika kita tidak mendapatkan glukosa yang cukup pada saat sarapan, maka fungsi otak atau memori dapat terganggu.
4.        Memperkuat ikatan dalam keluarga
Sarapan bersama keluarga berarti mempertemukan keluarga untuk diskusi banyak hal bersama-sama. Riset menunjukkan bahwa keluarga yang duduk bersama saat sarapan akan lebih dekat secara emosi satu sama lain dibandingkan keluarga yang anggotanya masing-masing buru-buru pergi ke kantor atau ke sekolah.
5.        Meningkatkandayatahanterhadapstres.
         Sebuah penelitian pada sebuah perusahaan multinasional mengungkapkan bahwa karyawan yang melewatkan sarapan paginya ternyata lebih mudah terkena depresi. Sebaliknya, mereka yang sempat sarapan merasa lebih puas dan menunjukkan minat yang tinggi terhadap pekerjaan. Penelitian itu juga mengungkapkan bahwa karyawan yang sarapan akan mendapatkan asupan lebih banyak vitamin A, D, E, zat besi, dan kalsium dibandingkan dengan mereka yang tidak sarapan.